Minggu, 22 April 2012

menjadi turis di kampung tetangga.. ;)

inilah sebabnya kenapa saya sayang banget sama kota tempat saya, Yogyakarta.
saya bisa jadi turis tanpa harus bepergian jauh !!! yeiiy !!


servis kurungan, anyone?


even the mess of bird houses are artisticly correct!



well prepared village!



the public toilet! LOVE the composition!



these are the river of roofs!!



adorable chickens!



the secret alley? ;)



tak lupa menyangkutkan diri di pasar tradisional
yang penuh dengan kuekue dan ratusan makanan enak lainnya!


terus dilanjut nonton reog..
one kind of "Indonesian traditional trance dance"


dengan salah satu pemain Papermoon Puppet Theatre
yang jadi penarinya!!! woohooo!!


yeaaahh!!!
beginilah caranya saya menikmati Yogya!!!
isn't fun?!!! :D

Rabu, 18 April 2012

"Setjangkir Kopi dari Plaja" : kisah yang tak berhenti di atas panggung...

Baru saja saya mengakhiri pembicaraan dengan seseorang di telepon.

Tanpa terasa ada air yang menitik di sudut mata saya selama saya berbicara dengan orang tersebut di telepon.

Perasaan saya mengambang...

Dan teringatlah saya pada awal proses bagaimana air mata saya menitik lagi hari ini.

*****

Tahun 2008, saat saya dan Iwan Effendi bikin riset tentang pementasan teater boneka perdana untuk dewasa "Noda Lelaki di Dada Mona", saat itulah kami mendengar sebuah kisah pendek dari seorang teman, tentang seorang mahasiswa di tahun 60-an yang kehilangan kewarganegaraannya saat pecah peristiwa September 1965 karena ia dikirim untuk tugas belajar oleh Presiden Soekarno ke Rusia.

Sebelum ia berangkat ke Rusia, ia telah mengikat janji dengan kekasihnya untuk kemudian menikah setelah usai masa belajarnya di Rusia.

Dan sayangnya hal itu tak pernah terjadi. Sang mahasiswa mendadak dicabut kewarganegaraannya oleh pemerintah Orde Baru karena dianggap pro-Soekarno, dan belajar di negara komunis. Ia tak bisa pulang, tak bisa menghubungi keluarga dan kekasihnya secara tiba-tiba. Tanpa alasan yang dipahaminya.

40 tahun lebih telah berlalu, dan sang mahasiswa telah menyelesaikan studi S3, dan menjadi ahli Metalurgi di Kuba..

40 tahun telah berlalu, dan ia tetap memilih tidak menikah, demi memenuhi janjinya pada kekasih yang entah di mana...

Di masa pemerintahan Gus Dur, sang ahli metalurgi kemudian mendapat visa untuk bisa kembali ke tanah air... untuk menemui sejumlah keluarganya.

Visa yang hanya berlaku beberapa bulan itu digunakannya untuk mencari sang kekasih masa lalu...

Dari kisah yang saya dapat.. hampir setiap sore, sang ahli metalurgi naik bis dengan trayek yang sama dengan jurusan yang dulu, di tahun 60an, selalu ditempuh sepasang kekasih itu ...dengan harapan, ia akan berjumpa dengan sang kekasih masa lalu di dalam bis!

****

Kisah ini sangat melekat kuat di kepala dan hati saya. Mungkin dianggap terlalu drama oleh banyak orang... tapi tidak buat saya..

Ini kisah nyata... dan seorang anak manusia mengalaminya.

Mulai hari itu saya bertekad untuk, suatu hari, akan membuat karya yang saya dedikasikan untuk sang ahli metalurgi.

**

"Setjangkir Kopi dari Plaja", judulnya.

Secangkir Kopi yang disajikan dari Playa, sebuah sudut kota di Kuba..

Secangkir kopi yang terasa manis pahit dan juga getir..

Dengan bermodalkan jaringan internet 24 jam di rumah, dan berbekal sedikit keywords, saya mulai menjelajah dunia maya, untuk menemukan info tentang si ahli metalurgi.

Di sanalah saya berkenalan dengan sosok Pak Wi.

Saya beruntung...saya berjumpa dengan tak lebih dari 10 artikel mengenai beliau di dunia maya ini... dan satu hal yang menjadi kunci, saya bisa menjumpai alamat beliau di dunia maya.

Korespondensi di dunia maya pun saya mulai.

Saya mengucapkan salam, memperkenalkan diri, menyodorkan beberapa link video dan website Papermoon Puppet Theatre padanya, dan menyatakan kekaguman saya pada kisah hidup beliau.

Saya mau bekerja dengan sopan, pikir saya. Beliau masih ada, dan saya mau mengangkat kisah hidupnya ke dalam sebuah karya sederhana saya, maka saya harus meminta ijin.

Gayung bersambut, email saya dibalas dengan penuh sukacita.

Kali itu beliau menyatakan apresiasinya pada pementasan kami "MWATHIRIKA" yang kebetulan juga berlatarbelakang sejarah 65.

Itu pertama kalinya air mata saya menitik dalam proses "Setjangkir Kopi dari Plaja".

Satu pintu telah terbuka..pikir saya. Pintu kedua juga terbuka, setelah saya mendapati ternyata si penulis artikel-artikel mengenai Pak Wi, adalah kakak kelas saya di kampus! Betapa alam semesta !!!!

Beberapa kali saya dan Pak Wi saling membalas email.

Kami lebih banyak bicara mengenai kisah-kisah saat beliau masih menjadi mahasiswa, dan tak satupun kisah mengenai hubungan percintaannya keluar dalam tulisan-tulisannya.

Saya pun tak berani mengungkit kisah itu. Apalagi saya juga tahu, bahwa akhirnya sang kekasih masa lampau juga telah menikah, dan punya 4 cucu.

Saya sempat menawari untuk mengirimi naskah pementasan kami, tapi beliau tak merespon.

Sampai akhirnya saat kami akan memulai pementasan, Pak Wi berhenti menjawab email saya. Saya mengirimi beliau email berkali-kali tapi tak pernah berbalas.

Jangan-jangan beliau marah, pikir saya.. atau merasa terganggu.

Saya pun semakin berhati-hati untuk mencantumkan nama beliau, bahkan nama sang kekasih masa lampau nya dalam pementasan kami.

Dan pementasan tetap kami gelar, meskipun email-email terakhir saya tak pernbah berbalas. Sebelum pertunjukan kami digelar, selama 16 kali,kami selalu berdoa bersama, dan menyebutkan bahwa kisah ini kami dedikasikan penuh pada cinta mereka yang masih ada.

****

Pementasan pun usai.

Toko barang antik yang kami gunakan menjadi panggung pertunjukan, sudah kembali menjadi toko barang antik. Boneka-boneka sudah kembali kami simpan dengan rapi, syukuran sudah kami gelar, dan kami sudah mulai menggarap karya baru kami yang lain.

Email ucapan terimakasih dan kabar bahwa pementasan sudah berhasil kami gelar, sudah saya kirimkan pada Pak Wi.

Tapi tetap tak berbalas.

Hingga sampai pada suatu hari, salah satu sahabat saya yang bekerja di Deplu memberi kabar, bahwa rekan sejawatnya akan ada yang berangkat ke Kuba. Saya pun tergopoh-gopoh menyiapkan satu paket hadiah kecil untuk saya titipkan agar bisa diberikan pada Pak Wi.

Sekeping DVD dokumentasi pementasan "Setjangkir Kopi dari Plaja" , 3 buah katalog pertunjukan "Setjangkir Kopi dari Plaja" dan 3 lembar surat yang saya tulis tangan.

Hadiah kecil itu terbang ke Kuba, dan suatu sore saya menerima email. Dari Pak Wi. Setelah 4 bulan tak berkabar.

Beliau mendapat telepon dari KBRI untuk mengambil paket kecil dari saya!

dan segera setelah hadiah kecil itu dibuka, dan DVD itu ditontonnya, beliau kembali mengirim kabar pada saya.

Tepat di sebuah malam, 4 bulan setelah pementasan kami usai digelar, 15 menit sebelum ulang tahun Papermoon Puppet Theatre yang ke-5 berakhir, saya menerima email dari Pak Wi.

Beliau terharu, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan berkata "siapalah saya, sampai karya ini didedikasikan untuk saya?"

Dan di akhir emailnya, beliau meminta saya untuk mengirim sebuah katalog "Setjangkir Kopi dari Plaja", untuk kekasih masa lampau nya, yang akan berulang tahun yang ke-70 di bulan April, bulan yang sama dengan ulang tahun Papermoon.

Dan di saat itulah, air mata saya dan Iwan, mengalir deras tak berhenti, lama sekali. Sebuah perasaan aneh mendesak di dada saya.

Saya tidak pernah menyangka, membuat sebuah karya pertunjukan, teater boneka, bisa menggandeng saya sampai sejauh ini.

Memang bukan blow up media yang kami dapat dari pementasan mungil kami kali ini, bukan diliput televisi, dan bukan mendatangkan keuntungan materi yang bertubi..

Tapi sebuah rasa yang benar-benar menghantam ulu hati.

Ini bukan drama. Ini bukan sekedar pementasan yang ditonton orang dengan lampu menyala di atas panggung, dan segera berakhir saat lampu mati dan tepuk tangan bergemuruh.

*****


Pagi ini, saya menerima telepon...

Tenggorokan saya tercekat begitu mendengar namanya disebutkan.

Ia bertanya, saya siapa.. dan kenapa ada sebongkah kardus saya kirimkan untuknya.

Ia tak berani membukanya, sebelum ia memastikan, siapa pengirimnya.

Dengan gemetar saya memperkenalkan diri, siapa saya, siapa papermoon Puppet Theatre, dan darimana saya mendapat alamat beliau.

Dan begitu nama Pak Wi saya sebutkan, saya bisa mendengar napas yang tertahan di ujung sana.

Selepas itu suaranya terdengar begitu renyah, cerdas, hangat, dan riang.

Esok hari ia berulang tahun yang ke 71.

Saya ucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Ia mengucapkan banyak terimakasih pada kami semua.

Obrolan panjang terjadi antara kami berdua.

Saya titip salam kepada suami tercintanya.

Kami berjanji untuk berjumpa, dan beliau mengundang saya untuk mampir ke rumahnya kalau kelak datang ke kotanya..

saya ucapkan doa agar beliau sehat dan bahagia selalu..

****

Pagi ini saya menerima telepon..

Dari kekasih masa lampau Pak Wi.

***

Dan saat saya mengakhiri pembicaraan...

ada air menitik di sudut mata saya.

terimakasih, alam semesta..

***


yogyakarta, 18 april 2012

www.playapuppet.blogspot.com

Minggu, 08 April 2012

a short kyoto trip ..


setelah kepantek di studio selama sebulan,
akhirnya eik dan si doi dapet "hadiah" jalan jalan ke kyoto selama 3 hari !! yeiiy !!
dengan naik shinkansen selama 3 jam dari tokyo ke kobe (karena harus ada miting dulu di kobe) .. eh bener gak ya 3 jam? *deng dong! hhehe..

eh.. iya.. dengan naik shinkansen ini, kita ngelewatin gunung Fuji !! doi besar sekali !! ohoh...
eh.. terus kami naik kereta selama hampir 1 jam ...



maka sampailah kami di kyoto !! yeiiy !!
ternyata kyoto ini sister city-nya jogja, pemirsa!
di kota ini banyak universitas, terus kultur tradisi nya masih kuat, bangunannya nggak menjulang menjulang amat kayak di tokyo, terus nggak terlalu hectic, kotanya lebih santai, dan makanannya cenderung manis..




begitu banyak bangunan bersejarah di kota ini. Dulu kyoto ini sempet jadi ibu kota Jepang jugak.. dan memang banyak banget istana istana dan rumah rumah panglima di jaman edo yang masih terawat apik. kuil kuil nya juga banyak..
gak sempet datengin satu satu.... hiks.. tapi kita sempet jugak dateng ke beberapa tempat yang memang ciamik!






dan di hari terakhir, kami memutuskan untuk ke arima.. 1 jam naik kereta yang sambung menyambung dari kyoto..


arima ini tempat pemandian air panas yang sangat terkenal..


tapi kita ke sana bukan buat mandi mandiii, yaaa.. ehehe.. tadinya sih rencananya begitu... tapi apa hendak di kata, tujuan pertama kami ternyata ngabisin waktu 3 jam sendiri untuk dieksplor !!! dan kami harus buru buru ngejar shinkansen utk balik ke tokyo..

yak! kami bertandang ke tempat ini !! arima toys and automata museum !! ehehhe..
meskipun kota kecil di pucuk gunung ini letaknya jauh minta ampun dari pusat kota, tapi ternyata mereka punya museum 6 lantai yang sangat berhasil bikin saya, doi dan temen temen pengsan, sodara !!!

baru masuk aja udah disambut beginian!! mana tahaan?!!
dan maka.. terjadilah 3 jam cuma ngendon di museum yang nggak gigantis ini..
ehhehe.. PUAS !!!

meskipun cuma pendek banget waktu kita selama di kyoto, tapi lumayan banget buat bekel kita untuk mau balik lagi ke sana.. eeheh..



kadang kadang jadi turis itu enak juga ternyata ya? ;)




Sabtu, 31 Maret 2012

one photo shoot day...

helloww!!
aiiih!! sebenernya masih buanyak banget cerita yang belum saya posting hasil oleh oleh dari Jepang kemarin.. hiks..
tapi apa mau di kata.. sebenernya saya agak bosen sama outfit baju winter yang demikian demikian saja adanya.. ehehhe..
tapi saya janji kok.. bakal posting hal hal cihuy tentang jepun di postingan saya selanjutnyaa!! :D

jadii.. biar agak seger dikit ini warna di blog saya.. (kuwacikecil ganti kulit jadi putih polos. di tengah hectic-nya kerjaan saya sekarang, agaknya saya butuh ngeliat banyak yg polos polos dulu .. ehhe), saya mau posting hasil photo shoot saya beberapa minggu lalu sama Media Indonesia. ;)


iyaa... saya beruntung luar biasa diliput Media Indonesia dan ditulis satu halaman penuh!
so honored!!

dan sesi pemotretan yang seru ini bener bener cihuy dengan sang reporter sekaligus fotografer cihuy, mbak Retno Hemawati.. ;)

so.. here are the photos, pals!



pertamanya kita coba foto foto di dalem studioku..

it's my heaven.. but.. we need more lights!



terus kita mutusin untuk foto di depan rumah...



pintu ini emang udah puluhan kali jadi background foto saya ..
dan kita tetep sepakat, bahwa spot ini adalah spot terbaik!





nice, huh?
eheheh... pintu ini yang bikin saya bertekad,
kalo punya rumah harus punya pintu yang ciamik!
..buat background foto.. ehehhe


eh.. apa? kopernya?
ehehe.. yes.. i am a vintage suitcase freak!

***

Rabu, 14 Maret 2012

i was written by mbak Hany von Gillern !

i was written in here : http://pojok-utak-atik.blogspot.com/2012/03/ria-papermoon.html
i am so honored!! lucky lucky and grateful to meet a new friend, mbak hany!!!
this is why i love blogging and craft world sooo much!!
thanks a bunch, mbak hany!!

****

Ria Papermoon

Tamu saya bulan ini punya nama pop Ria Papermoon. Bagi saya Ria ini tidak lagi seorang crafter, tapi yang dia lakukan sudah jauh di depan kegiatan berkerajinan saya. Saya lebih suka menyebutnya artis.
Terus kok namanya tidak seperti nama umum orang Indonesia, jawabnya ada di omong-omong saya dengan Ria :)
Bagaimana saya bisa menggaet Ria untuk saya ajak ngobrol?
Ria itu dulu ikutan acara giveaway kedua saya yang hadiahnya kain dan postcard lukisan silk painting. Saat itu semua pada antusias untuk dapat kain dengan motif cerita anak-anak yang jadi hadiah pertama, tapi satu peserta ini malah milih hadiah kedua. Penasaran kan saya ... Saya datangilah blognya ... Wah, pantes, masih SMP sih, pikir saya waktu itu .... hahahaha ... ternyata saya salah besar. Ternyata si imut ini adalah seseorang yang identitasnya biar kita baca bersama saja ya ...
Saya lihat-lihat blognya, juga berteman di facebook, akhirnya janjian ketemu di Jogja tahun lalu, tepatnya di stasiun kereta api Tugu - Jogja (Saya penggemar kendaraan kereta, sebisa mungkin kemana saja naik kereta).


Semakain saya tertarik pengen tahu gerak gerik Ria. Berbunga-bunga setelah Ria setuju untuk cerita buat kita bersama disini. Saya coba sesuatu yang lain, saya kirim pertanyaan satu persatu dan ingin ceritanya mengalir sesuai dengan jawaban yang saya dapat hari itu. Tapi mbak e ini ternyata sangat sibukkkkkk, jadi rencana saya tidak berjalan seperti yang saya bayangkan. Jadi terhentilah obrolan kami, sampai akhirnya kok ya Ria yang sibuk ini berbaik hati menyapa saya kembali beberapa waktu lalu dan bersedia mulai kembali ...yay ... Kali ini saya nggak mau kehilangan momen lagi, saya kirim saja sekalian pertanyaannya. Sekali lagi saya sok organize, maunya semua di jadwal ... hahahahaha ... ternyata Ria dah terbang lagi ke Jepang ;) Tapi alhamdulillah, katanya setelah dicicil tiap hari menjawabnya, selesai juga menjawab semua pertanyaan saya.


Jadi, ayo kita baca sama-sama, mudah-mudahan pengalaman Ria yang seabreg dan kreativitasnya ini bisa memberi inspirasi bagi kita semua dengan apa saja yang kita lakukan ...

***
1. Ria, coba ceritakan siapa dirimu, nama asli, nama pop, titel, jabatan, apa aja deh ...
ahahah... namaku Ria. Nama lengkapnya Maria Tri Sulistyani.
Lulusan FISIPOL UGM jurusan Ilmu Komunikasi. Aku pendiri dan Direktur Artistik dari Papermoon Puppet Theatre. Sudah menikah selama 5 tahun dengan tuan Iwan Effendi, seorang perupa yang juga partner in crime ku di Papermoon. Teruusss.. anak bungsu dari 3 bersaudara, aku lahir dan besar di Jakarta, dan pindah ke Yogya sejak keterima kuliah dan kemudian menetap sampe sekarang

2. Dari sarjana komunikasi jadi tukang dongeng, gimana awal mulanya?

Ceritanya super panjang!
Waktu masih kuliah aku sempet gabung sama sebuah kelompok teater independen selama 4 tahun. Jadi aktor panggung selama 4 tahun ternyata cukup bisa menumbuhkan kecintaanku pada proses membuat sebuah karya pertunjukan, meskipun aku juga nggak pernah punya bayangan untuk jadi seperti sekarang.
Aku keluar dari kelompok itu karena aku ngerasa nggak punya bayangan untuk jadi aktris teater. Setelah keluar, sembari nyelesain kuliah aku sempet kerja jadi manager dan desainer di sebuah studio keramik milik seorang seniman keramik di Yogyakarta. Kali itu giliran kecintaanku pada dunia seni rupa yang terasah.
Aku bener bener mengolah kemampuan tanganku untuk membuat karya selama 2 tahun bekerja disana.
Tapi lagi-lagi, aku nggak kepikiran juga jadi seniman atau pengusaha keramik. Akupun memutuskan untuk keluar.
Selepas dari studio keramik itu, aku lulus kuliah dan langsung bekerja di sebuah Taman Kanak-kanak. Di sana aku mulai bikin art club untuk murid-murid, dan kemudian memutuskan keluar dari TK, dan bikin sanggar sendiri. Lalu lahirlah Papermoon.
Karena kecintaanku pada dunia seni rupa dan seni pertunjukan, setelah 2 tahun berjalan dengan format Papermoon yang sebagai sanggar buat anak-anak, akhirnya aku memutuskan untuk mengawinkan dua hal tersebut. Dan ketemulah format teater boneka.
Dan sampai sekarang, Papermoon Puppet Theatre banyak melakukan eksperimen dengan menggunakan media teater boneka, yang ditujukan untuk publik yang lebih luas, segala usia.




3. Tukang cerita kan biasanya pake buku sebagai media, kenapa Ria memilih boneka?
Mmm... sebenrnya dua media itu sama sama menariknya, ya.
Buku justru bisa membangun imajinasi yang sangat luas bagi pembacanya. Itu sebabnya aku juga nulis buku cerita dan jadi ilustrator untuk buku cerita anak-anak juga.. ehehhe..
Tapi kenapa aku milih teater boneka?
Karena teater boneka itu kompleks, dan butuh kerja yang sangat detail.

Dan juga karena teater boneka itu nggak tendensius.
Orang cenderung akan lebih reseptif, mudah menerima, ketika apa yang kita sampaikan dilakukan lewat teater boneka. Mungkin karena kesan bahwa boneka adalah objek yang menghibur, jadi bikin para penonton juga jadi nggak tegang untuk nonton. Padahal cerita yang disampaikan bahkan bisa juga adalah kisah yang sangat berat atau kelam, misalnya.


4. Ok, ingatanku tentang kisah awal kecintaanmu pada boneka samar-samar, boleh dong diulang bagaimana para kakak mendongeng padamu?
Ahahhaha!! Iyaaa... Kakakku dua duanya laki-laki, dan punya beda umur yang sangat jauh. Kakak pertamaku usianya 13 tahun di atasku, dan kakak keduaku 9 tahun di atasku. Aku bersyukur punya kakak yang sangat mencintaiku.
kedua kakakku suka banget dongengin aku dari kecil, bahkan sampe SMA! Meskipun aku tau cerita cerita yang mereka karang itu bener bener fiksi belaka, tapi aku selalu suka!
Padahal ceritanya paling Kancil nyolong timun terus tiap hari! Hahahaha!!
Tapi yang aku suka ternyata lebih pada proses interaksi yang ada antara aku dan kakak-kakakku. Kita bener bener bisa ketawa ngakak berjam-jam cuma gara gara dongeng yang nggak masuk akal.
Kakakku yang kedua selalu membangunkan aku pake boneka tangan, hampir tiap hari! Dan setiap dia melakukannya, aku dijamin lebih gampang bangun daripada dibangunin dengan cara biasa.
Ketertarikanku pada objek yang hidup juga muncul dari pengalamanku menonton Unyil, Sesame Street dan juga wayang golek di televisi. Tapi lagi-lagi , pengalaman yang mungkin juga dialami banyak anak di tahun 80-an ini jadi pengalaman yang lain bagiku, karena kedua orangtuaku tanpa sadar telah menumbuhkan imajinasi yang kuat di kepalaku





5. Terus sejak kapan mulai diseruisin? bagaimana memulainya hingga jadi seperti sekarang?
sejak 2 April 2006. Sejak pertama kali Papermoon berdiri.
Sempat berganti format dari sanggar anak-anak jadi kelompok teater boneka untuk anak, terus mulai tahun 2008 meneguhkan hati untuk serius di bidang teater boneka, untuk segala usia.




6. Bisa jalan-jalan terus itu dapat undangan, mempromosikan diri atau bagaimana bisa dikenal orang-orang dari barat sampai ke timur?
Caranya ya bikin karya banyak banyak, mbak.. ehhehe..
Dan belajar untuk bikin karya yang lebih bagus setiap saat.

Di awal awal papermoon berdiri, kami sering banget bikin pentas. Setahun bisa sampe 5 kali bikin karya baru, dan tempatnya lain –lain, nggak cuma di gedung pertunjukan, tapi juga di kereta, di pasar tradisional, di jalan.
Selain itu, aku bener-bener pake internet sebagai media publikasi, sekaligus untuk belajar.
Aku cukup rajin browsing untuk cari peluang aplikasi program residensi seniman. Residensi adalah sebuah program dimana si seniman dibiayai untuk pergi ke negara lain, dan bikin karya, atau belajar di sana. Mirip beasiswa ya, tapi hasilnya karya.
Tapi selebihnya aku pake media sosial macem blog, facebook dan twitter untuk sharing ke temen-temen tentang karya papermoon. Dan ternyata suka membawa hasil.. ehehhe.




7. Dah kemana saja tuh Ri? Terakhir ke Jepang ya? omong-omong, jadi tahun ini manggung di US lagi?
Ah belum terlalu banyak, mbak.. baru beberapa.
Baru Kuala Lumpur, Singapura, Korea Selatan, beberapa kota di Amerika seperti New York, Washington DC, Philadelphia, Boston, Baltimore, Connecticut, terus New Delhi, Vietnam, dan ya.. terakhir Jepang.

Iyaa .. tahun ini akhirnyaaaaaa ... Papermoon bakal pentas keliling dibeberapa kota di Amerika Serikat selama 1 bulan. Senang sekali ... soalnya ini pertama kalinya kami bawa karya utuh dari papermoon Puppet Theatre. 8 orang akan berangkat ke sana ... doakan ya mbak ... biar gak bikin malu ...hihihihi ...








8. Kisah tentang kunjungan ke markas sesame street yang bikin banyak orang kagum itu, gimana bisa sampai kesana?
Lagi-lagi beruntung, mbak..
Kebetulan tahun 2009-2010 itu aku sama Iwan dapet grant untuk residensi selama 6 bulan di New York. Kami di sana dibiayai sama Asian Cultural Council (ACC) untuk observasi mengenai teater boneka di Amerika Serikat. Pastinya dong, one of my top list is sesame street! Hehhehe..
Jadilah kita coba kontak mereka, dan ternyata gayung bersambut!
Kita dapat kesempatan untuk ketemu sama direkturnya, yang adalah anak kandung Jim Henson, terus masuk masuk ke studionya, dan ngeliat gimana proses kerja mereka. Nggak ketinggalan juga tentu saja berjumpa dengan Elmo, Oscar The Grouch, Big bird dan Snuffleaupagus! :D bahagia!





9. Terus, boneka-boneka yang digunakan untuk manggung itu bikin sendiri ya Ri? Jadi setiap mentas mesti dibikin boneka baru jika ceritanya berbeda? Apakah semua boneka yang dipakai terbuat dari kertas (papermoon puppet) atau kadang dipakai bahan lain? Kapan-kapan boleh dong Ri, nyumbang tutorial bikin boneka ...hehehe ...
Iya betul, mbak...
Semua boneka memang kita buat sendiri. Bahannya dari material yang ada di sekeliling kita.
Tergantung bentuk dan macemnya ya... kadang-kadang aku juga suka bikin wayang kulit. Tapi kalo kebanyakan boneka Papermoon materialnya mulai dari kayu, rotan, kardus, spons, kain, koran, dan kertas samson.
Tekniknya nggak sulit kok, karena kami pake teknik standar topeng kertas.
Tutorial? Hihi.. iya deh.. boleh boleh.. dengan senang hati! ;)







10. Terus ide-ide tentang judul pementasan itu biasanya datang dari mana? Biasanya kisah apa yang diceritain di pentas papermoon puppet?
Dari cerita sehari-hari orang Indonesia. J
Tapi udah dua tahun ini kami memang banyak mengangkat kisah sejarah kecil, misalnya kisah personal seseorang, sejarah sebuah bangunan, sejarah sebuah benda, dan lain sebagainya.





11. Emang kru papermoon puppet itu ada berapa orang? Masing-masing punya pos dan tanggung jawab sendiri-sendiri ya?
Yang utama Papermoon itu ya aku dan Iwan effendi. Tapi kita sekarang punya tim artistik tetap sejumlah 3 orang. Selebihnya kebanyakan kami memang outsourcing.
Selama ini ya tanggung jawab terbesar ada di aku dan Iwan ya. Posnya yaa.. senggol senggolan lah. Bukan yang strict gitu. Iwan bertanggungjawab di bidang artistik, sedangkan aku mulai dari manajemen produksi, bikin cerita, dan penyutradaraan. Tapi kami semua bikin boneka dan main juga.


12. Pernah jenuh gak ngerjain hal yang sama terus menerus? Kalo gitu biasanya ngapain atau ada kesenangan lain yang bisa dikerjakan untuk mengusir kejenuhan?
Masalahnya apa yang kita lakuin nggak pernah sama , mbak.
Jadi kalo aku sih nggak pernah jenuh. Ehhehe...
Tapi kalo di waktu luang, biasanya aku suka baca, blogging, nulis, motret, jalan jalan naik sepeda, dan masak! ehehhehe



















13. Sudah ada merchandise papermoon puppet ya? Apa aja tuh? bisa dibelinya dimana?
Sudaaah!! Mulai dari kaos, bantal, kalung, dvd, postcards dan lain lain..

Tapi sekarang sedang habis! Maafkaannn..
Jadi nantikan yaa... biasanya aku aplot di FB langsung. ;)
Doakan juga, sekarang aku lagi siap siap mau buka toko. Tokonya isinya barang barang yang punya cerita.ehhehe.. nantikan yaa..










14. website :

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***